News Room, Selasa ( 04/08 ) Desa Batang-batang Daya Kecamatan Batang-batang tidak hanya dikenal dengan produk unggulan gula jawa dan siwalannya, namun produksi tikar anyaman yang banyak diproduksi secara perorangan oleh masyarakat Desa Batang-Batang Daya, justeru menjadi komoditas masyarakat disana. Karena itu, banyaknya pohon siwalan yang ada, bahkan hingga kekurangan bahan baku, sehingga kadang terpaksa mendatangkan dari luar Desa dan Kecamatan Batang-batang. Bahkan melihat realita yang ada dari penghasilan pengrajin tikar dan penjual siwalan disana masih jauh dengan hasil yang diperoleh para pedagang yang juga banyak datang dari luar Desa. Karena itu, Kepala Desa Batang-batang Daya, Sri Hasana berinisiatif lebih memberdayakan masyarakat yang memiliki ketrampilan dengan produk tikar khas Desanya tersebut dengan bentuk bantuan dana bergulir melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPN) yang selama ini sudah banyak mengembangkan sarana fisik, seperti jalan makadam dan pembangunan sarana dan prasarana umum lainnya. "Kami berharap, dengan batuan modal yang mereka terimah nantinya akan lebih memperkuat kemandirian mereka. Sebab, jika potensi mereka yang selama ini banyak digeluti oleh hampir lebih 30 persen masyarakat Desa dibiarkan, maka selamanya tidak akan berkembang, dan mereka hanya terus-menerus sebagai pekerja tanpa banyak menikmati keuntungannya,"ujar Kades berkacamata minus ini. Disamping itu menurut Sri Hasana, berbagai kegiatan remaja pueri dan ibu rumah tangga dalam membantu ekonomi keluarga juga perlu terus menjadi perhatian. Karena itu, berbagai bantuan yang sifatnya hibah hendaknya betul-betul dilakukan pendataan sebelumnya. Sebab, terkadang dari berbagai program bantuan yang diterima, sering disalah artikan oleh masyarakat ketika terjadi persoalan dibawah merupakan hasil kebijakan perangkat Desa. Sri Hasana berharap dengan akan dilaksanakannya pendataan untuk program bantuan tabung gas yang merupakan program konfersi dari minyak tanah ke gas, baiknya memang melibatkan unsur aparat setempat. Syukur jika masing-masing KK sebanyak 1.847 KK dari 6.045 jiwa memang benar-benar akan mendapatkan bantuan tabung gas, sehingga tidak terjadi persoalan dibawah. Sebab terkadang, ketika ada beberapa masyarakat yang sebelumnya didata namun tidak mendapatkan, ujung-ujungnya aparat Desa yang menjadi sasaran keluhan dan kekesalan mereka. Bahkan, yang terpenting menurut Kades yang selalu ceplas-ceplos ini berharap, sebelum diluncurkan kepada masyarakat hendaknya ada sosialisasi terlebih dahulu, baik dari sisi penggunaan maupun pemeliharaan dan soal pengisiannya nanti. Sebab, yang berkembang dibawah terkadang berlebihan, soal akan terus dibantu isi ulangnya dan sebagainya. Karena itu, sosialisasi penting dilakukan oleh Tim Teknis, sehingga masyarakat lebih memahami hakekat bantuan yang akan diterimanya. ( Ren, Esha )