Media Center, Selasa ( 03/01 ) Sejak akhir Desember 2022, keberangkatan kapal di Pelabuhan Kalianget ke sejumlah rute kepulauan ditunda. Hal itu dikarenakan kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda peraian Kota Keris sepekan terakhir.
Dampaknya, kepulangan para calon penumpang asal kepulauan ikut tertunda. Termasuk puluhan atlet asal Kepulauan Masalembu dan Kangean. Karena tak bisa kembali ke kampung halaman, para atlet sementara menempati kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumenep.
Ketua Umum KONI Kabupaten Sumenep, Sutan Hadi Tjahyadi mengatakan, pihaknya sengaja menampung para atlet asal kepulauan di kantor KONI, agar memiliki tempat tinggal sementara, hingga ada kepastian jadwal keberangkatan kapal.
“Ada sekitar 60 orang, terdiri dari atlet, pelatih, dan official. Mereka tidak bisa pulang karena kapal tidak diberangkatkan akibat cuaca buruk,” ujarnya, Selasa (03/01/2023).
Selain menyediakan tempat tinggal sementara, pihaknya juga memberikan bantuan makanan bagi para atlet selama tinggal di kantor KONI Kabupaten Sumenep. Mengingat, persediaan bekal yang dimiliki para olahragawan asal kepulauan tersebut mulai menipis.
“Sekedar untuk membantu meringankan kebutuhan selama tinggal di kantor KONI sampai nanti ada kepastian jadwal keberangkatan kapal, bantuan terus kami berikan, sehingga para atlet bisa kembali ke kampung halamannya,” tutur Ketua Umum Pakoe Institute itu.
Dia memaparkan, sebelumnya para atlet asal kepulauan tersebut mengikuti ajang olahraga di luar daerah. Namun, saat hendak kembali ke tempat asal, jadwal keberangkatan kapal rute kepulauan Masalembu dan Kangean, ditunda.
“Maka dari itu, kami sediakan tempat tinggal sementara. Karena para atlet ini merupakan salah satu aset olahraga, jadi perlu kami perhatikan,” pungkasnya. ( Soer, Fer )