Sumenep-Kominfo News Room : Semakin meningkatnya volume hujan yang terjadi minggu terakhir ini, diperkirakan akan mampu mempengaruhi penderita demam berdarah. Karena, musim penghujan itu merupakan wadah nyamuk Aedes Aegypti untuk menyebarkan virus demam berdarah kepada manusia, khususnya anak-anak. Demikian diungkapkan dr. Dominikus salah satu Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Daerah Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. dr. Domi menuturkan, meskipun diprediksi jumlah penderita demam berdarah akan terus meningkat, namun pihaknya berharap angka penderita DB tidak akan masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti tahun kemarin. Karena itu, pihaknya meminta kepada para orang tua untuk selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan para buah hatinya, agar anak tersebut tidak mudah terjangkit penyakit demam berdarah. dr. Domi menandaskan, untuk menghindari penyebaran penyakit demam berdarah, memang dibutuhkan kewaspadaan dari pihak orang tua. Artinya, jika orang tua melihat anaknya mengalami sakit panas selama 3 hari tapi tidak turun-turun, maka segera dibawa ke rumah sakit, jangan menunggu keluarnya tanda-tanda yang mengarah pada demam berdarah, seperti halnya bercak-bercak merah. Karena, kewaspadaan yang benar dan tepat, yakni tidak pernah mengundur waktu pengobatan terhadap anak yang mengalami panas cukup tinggi. Lebih lanjut dr. Domi menjelaskan, sebetulnya demam berdarah itu tidak bisa didiagnosa langsung pada saat si penderita sakit panas, tapi setelah beberapa hari baru bisa diketahui, apakah anak tersebut terjangkit demam berdarah atau tidak. dr. Domi memaparkan, dalam 1 minggu terakhir ini, pasien anak yang diduga terjangkit demam berdarah berjumlah 10 pasien, yakni di sal anak sebanyak 4 pasien, dan 6 pasien dirawat di Paviliun. Namun, untuk di sal anak, 2 pasien sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. ( Nita, Esha )