Batuan-Infokom News Room : Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Sumenep, Senin (25/07) melakukan Temu Lapang dan Panen Perdana sempurna padi varietas Diah Suci, di Desa Patean Kecamatan Batuan yang bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Dalam sambutannya Rektor Unija Ir. Ida Ekawati, MP maupun Dekan Fakultas Pertanian Ir. Didik Wahyudi, M.Si mengatakan, padi varietas Diah Suci merupakan varietas unggul baru yang telah dilepas oleh Departemen Pertanian RI pada tanggal 29 Juli 2003 lalu. Varietas tersebut merupakan salah satu varietas padi yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi (P3TIR) Batan yang merupakan hasil persilangan antara padi Cilosari dengan IR 74. Dijelaskan pula bahwa Demfarm varietas itu telah laksanakan di Madura dengan tujuan untuk memperkenalkan sifat-sifat unggul varietas tersebut kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Madura. Untuk itu ia berharap dengan penanaman padi varietas tersebut mampu meningkatkan produksi pangan untuk mewujudkan, memulihkan dan mempertahankan swasembada pangan. Sementara itu Camat Batuan, Drs. H. Achmad Fauzi, MM dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan, dimana wilayahnya dijadikan pilot proyect uji coba penanaman padi Diah Suci tersebut, dan semoga kerjasama itu terus dijalin dengan baik pada bidang pembangunan yang lainnya. Disinggung tentang padi Diah Suci yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan padi varietas yang lainnya, dimana masa tanamnya hanya mencapai 120 hari, serta tahan terhadap hama penyakit, Camat Achmad Fauzi juga berharap agar hal itu dapat meningkatkan hasil pertanian bagi para petani, sehingga kesejahteraannya semakin meningkat. Disisi lain Ketua Kelompok Tani Sumber Urip Desa Patean, Moh. Nasir menuturkan, meski pada awalnya pihaknya meragukan uji coba varietas teknologi nuklir, namun setelah mengetahui hasil dan keunggulan varietas itu, kelompoknya mengaku puas. Bahkan pihaknya akan mencoba tanaman itu ditahun mendatang. Moh. Nasir menambahkan, jika menggunakan bibit biasa, dalam 1 hektar biasanya hanya menghasilkan 70 kilo, tetapi dengan varietas baru Diah Suci itu dapat menghasilkan sebanyak 350 kilo. Hanya saja, menurut Moh. Nasir, para petani selalu di hadapkan dengan kondisi cuaca musim kemarau, sebab pihaknya merasa kesulitan untuk mencari kebutuhan air. ( Yasik, JuP.32, Im, Esha )