Sumenep-Infokom News Room : Meski semua peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) telah mendapat pergantian pengobatan dan pembelian obat, namun ternyata tidak selamanya jenis obat menjadi jaminan dari ASKES. Hal tersebut dijelaskan Kepala PT. ASKES Kantor Cabang Sumenep Dra. Indah Erlina S, diruang kerjanya, Senin (18/10) ketika dikonfirmasi News Room terkait adanya beberapa keluhan dari peserta ASKES yang ternyata tidak semua obat menjadi jaminan kartu ASKES. Indah mengakui, bahwa diluar tabel Daftar Platform Harga Obat (DPHO) yang telah ditentukan secara nasional oleh PT. ASKES bagi para pasien yang menjadi anggotanya apabila ternyata memiliki penyakit tertentu dan membutuhkan obat diluar daftar yang ada, maka itu memang menjadi tanggungan pasien yang bersangkutan. “Jadi Dokter yang melayani ASKES juga melihat daftar obat yang ada dalam buku daftar obat yang diterbitkan secara nasional ituâ€, ungkapnya. Ditanya apakah karena yang dijamin ASKES hanya terhadap beberapa obat yang harganya murah saja, Indah menepis hal itu, bahkan menurutnya dari daftar obat yang disepakati secara nasional oleh Tim Dokter Ahli itu ada juga berbagai macam obat yang harganya dari ratusan rupiah hingga jutaan rupiah. Namun mungkin saja yang tidak terdaftar itu bisa diberikan jenis obat lainnya, namun dengan bermacam obat. Dan itu tergantung keahlian Dokter dalam memberikan resep yang telah tersedia dalam daftar obat ASKES itu. Indah yang baru beberapa bulan di Sumenep ini menjelaskan, disamping memberikan pelayanan Asuransi Kesehatan, ASKES secara nasioanal sejak bulan Januari 2004 lalu telah melaksanakan program barunya, yaitu melalui pelayanan Dokter keluarga. Sedangkan di Sumenep sendiri Dokter keluarga yang ditunjuk PT. ASKES ada empat Dokter. Diantaranya, Dr. H. Moh. Saleh, AS, Dr. Shinta. W. Oetomo, Dr. Hj. Yetti. M. Dail dan Dr. Huzein Fauzi. Menurut Indah, di Sumenep sudah dilaksanakan sejak bulan Februari lalu. Sedang anggotanya sudah mencapai 3. 228 orang, disamping para peserta ASKES yang berobat di Puskesmas yang telah ditunjuk. Dan itu masih baru ada di Puskesmas Kecamatan Kota Sumenep, sedangkan Puskesmas di Kecamatan lainnya masih belum dilaksanakan. ( Ren, Esha )