News Room, Jum’at ( 02/05 ) Dari sekian banyak stan yang ada di pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jatim ke-III, ada satu stan berukuran kecil yang berada di sisi kiri area pekan KIM, yang terlihat penuh sesak oleh beberapa produk kerajinan ukir khas Sumenep seperti meubel, tempat perhiasan, lukisan dinding, dan lap-olap (semacam kayu berukir yang digunakan untuk pembatas antara ruang tamu dan keluarga). Ditemui saat mempersiapkan stand, penanggujawab Kelompok KIM Kabupaten Sumenep, Achmad Sonhaji, S.Sos mengatakan, meskipun tempat yang tersedia tidak terlalu besar, tetapi kelompoknya mencoba mengakomodir beberapa jenis kerajinan ukiran kayu dari kelompok KIM Rizky Cipta Karsa Mulya asal Desa Karduduk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. â€ÂBeberapa item produk ukiran telah kami bawa kesini, dari harga Rp. 35.000,00 Rp. 8 juta,†katanya. Menurut dia, Kabupaten Sumenep selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ukiran kayu yang cukup berkelas. Penyebaran hasil produksinya menjangkau Pulau Bali dan Jakarta. Bahkan sekarang ini, KIM andalan Kabupaten Sumenep ini telah bekerjasama dengan PUM-Netherland Senior Expert (lembaga independen) untuk memberdayakan beberapa jenis usaha, mulai dari industri hingga kerajinan, agar produk-produknya dapat di ekspor ke luar negeri. â€ÂLembaga ini memberikan pelatihan kepada kami tentang beberapa cara untuk memasarkan produk ke luar negeri,†katanya. Beberapa cara itu meliputi, teknik menentukan motif ukiran, warna, bentuk atau model. Karena pangsa pasar Eropa, dan Amerika sangat berbeda dengan pangsa dalam negeri. “Meskipun bentuk ukiran asli Sumenep masih cukup diminati, tetapi kita harus membuka wawasan yang luas, terutama menyangkut motif dengan demikian maka produk kita dapat bersaing dengan produk dari daerah lain,†tuturnya. Yang istimewa dari ukiran Sumenep, selain bentuk dan warnanya yang unik, harganya juga cukup terjangkau karena bahan kayu yang dipergunakan adalah kayu nangka, bukan jati. Uniknya kayu nangka adalah meski harganya lebih murah dari jati tetapi kekuatanya bisa disejajarkan. â€ÂKekuatan kayu nangka cukup baik, kena air juga tidak masalah tidak akan keropos,’ ujarnya. Bahkan untuk memuaskan konsumen, ia berani memberi jaminan tentang kualitas dan kekuatan produknya. â€ÂJika produk kami cepat rusak dalam waktu yang pendek, maka kembalikan, dan kami akan memperbaikinya, bahkan jika kerusakannya parah kami akan menggantinya,†tuturnya. Ia mengakui, untuk meningkatkan menjualan dan mempromosikan produk khas Sumenep ini, membutuhkan kerjasama yang cukup antara pemerintah Kabupaten, pengrajin, investor dan masyarakat. Jika kerjasama telah berjalan, maka kesulitan yang selama ini terjadi dapat teratasi. Selain memamerkan kerajinan kayu ukir, beberapa produk seperti makanan dan batik juga turut disajikan KIM Kabupaten Sumenep, meskipun hingga kini beberapa produk dengan nilai jual tinggi belum terjual tetapi ia optimis pemeran ini memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan dunia usaha dan kerajinan di Kabupaten Sumenep.†Kami yakin pameran ini memberikan dampak positif,†katanya. ( JNR, Esha )