Media Center, Senin ( 07/11 ) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Kabupaten Sumenep menggelar Final Lomba Bercerita Anak, setelah sebelumnya dilakukan seleksi terhadap 65 peserta dan terpilih 10 finalis yang tampil di babak final.
Koordinator Pemberitaan LPP RRI Kabupaten Sumenep, Ibnu Hajar mengatakan, RRI menjadi rumah publik guna menjalin komunikasi dengan dunia pendidikan untuk menciptakan siswa berprestasi.
Melalui lomba bercerita anak dengan tema “Aku Bangga Padamu, Pahlawan” menjadi tempat edukasi sejak dini, sehingga anak didik memiliki jiwa patriotisme yang cinta tanah air dan NKRI.
“Kegiatan ini memberikan suatu hal kepada publik, sehingga RRI yang merupakan rumah publik dan kita bersinergi serta berkomunikasi apa yang menjadi acuan edukasi dalam pendidikan, khususnya pada anak-anak di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Hadir perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Syaifudin, yang mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wadah mengembangkan bakat dan minat anak didik, agar kualitas pendidikan melalui prestasi siswanya bisa diketahui daerah lainnya di Indonesia.
“Dengan kegiatan ini insya Allah, kualitas anak-anak yang ada di Kabupaten Sumenep diketahui seberapa besar kemampuannya, baik yang juara, maupun tidak juara, akan tetap jadi yang terbaik,” tandasnya.
Sementara beberapa kesan juri selama penilaian, seperti halnya yang disampaikan juri pertama, Fathurrahman Ketua Umum Komunitas Rumah Cerita Okara dan Ketua Pencinta Bacaan Anak (KPBA) Kabupaten Sumenep ini, mengaku salut dengan lomba bercerita kali ini, karena selain pesertanya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, juga antusias dan rata-rata bagus-bagus.
“Penampilan mereka bagus-bagus, padahal rata-rata kan masih kelas berapa, ada waktu untuk menempa diri, mengasah diri sehingga harapannya di Kabupaten Sumenep ini, muncul anak-anak berbakat story telling yang makin keren,” ujar Kak Avan panggilan akrab Koordinator Forum Komunikasi Literasi Kabupaten setempat.
Diakui pula oleh Koordinator Bidang Seni Budaya Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Sumenep ini, secara umum, bedanya dari tahun-tahun sebelumnya, jika lomba tahun kemarin, semuanya video, tahun ini ada yang audio, ada yang video. Namun, pihaknya berharap, siapapun yang menang atau yang tereliminasi, semuanya anak-anak keren yang hebat.
Sedangkan juri kedua, Cahyadi Widi Wahyono (District Education Quality Improve yang merupakan program dari Australia-Indonesia Inovasi) Jawa Timur, menyampaikan, sebelumnya dari 65 peserta sekitar 26 peserta yang banyak menceritakan atau mengangkat tentang pahlawan perempuan, meski ada juga anak laki-laki yang mengangkat tema perempuan. Ternyata, emansipasi bukan cuma dari siswi, tapi juga siswa.
“Potensi anak berbeda dari sebelumnya dan sekarang, juga ada tambahan backsound,” tandas Yayak, panggilan akrab juri yang juga Fasilitator Daerah (Fasda) Inovasi Kabupaten Sumenep ini, Senin (07/11/2022).
Menurutnya, pemenang lomba bercerita tersebut diharapkan bisa membawakan apa saja kemampuan dalam literasi, mulai jeda, intonasi, kemampuan ekspresi akan kata-kata dari yang dibaca. Bahkan, kalau masuk pada literasi dengan Menyimak, Membaca, Berbicara, dan Menulis (Macabelis).
“Jadi tidak hanya kelancaran membaca cepat, namun juga tepat, ekspresi, penggalan dan sebagainya. Namun, kadang ada yang hanya seperti baca biasa hingga terlalu cepat,” tambahnya.
Sedangkan juri ketiga via Zoom, Nindia Nur Maya Sari (Story Teller Lepas), memuji penampilan peserta, karena banyak yang bagus, mulai dari ada yang diiringi musik latar, sehingga membawa suasana lebih menghayati.
“Namun, tantangannya harus mengimbangi suara dan mengikuti pesan-pesan suaranya,” ujar Maya, panggilan akrab Story Teller Lepas yang cinta pada dunia dongeng dan cerita anak ini.
Dikatakan, dengan mengeksplorasi gaya ceritanya seperti tidak hanya menunjuk ke depan, namun gerakan harus sesuai dengan apa yang disampaikan, tapi semangat para peserta diakui luar bisa.
“Tinggal lebih memperhatikan intonasi atau kecepatan bicaranya agar artikulasi dan intonasi terjaga, tidak ada kejar-kejaran, lebih santai lagi agar tidak ngos-ngosan,” tambahnya.
Akhirnya, setelah melalui proses diskusi panjang, dari 10 besar terpilih juara melalui beberapa diskusi para juri, termasuk riset, syarat dan ketentuan yang sudah disampaikan di awal pada technical meeting sebelumnya.
Para juara meliputi: Juara I Natasya Nurul Qomariyah (SDN Pangarangan I), Juara II Nizam Almalika Wijaya (MIN 1 Sumenep) dan Juara III Zharifah Najmah Himawan (MIN 1 Sumenep).
Disusul Juara Harapan I Yasyfi Iftinah (SDN Lalangon I), Juara Harapan II Suciati Azzahra (SDN Pajagalan I) dan Juara Harapan III Mutiara Anggun Sholeha (SDN Nurul Bayan). Juara I nantinya akan mewakili LPP RRI Kabupaten Sumenep ke Lomba Bercerita Anak tingkat Nasional. ( Ren, Fer )