Media Center, Jumat ( 15/12 ) Pusaka atau gagaman, di Madura khususnya memiliki sejarah panjang.
Proses pembuatan juga tidak sederhana. Bahan dasarnya juga
bermacam-macam dan tidaklah sembarangan. Menurut pemerhati pusaka Sumenep, Deny Fahrurrazi, sedikitnya ada 7 jenis besi yang dipakai.
"Saya mengutip Kangjeng Zainal Fattah, beliau menyebut ada yang namanya
besi kuning, besi pulosani, besi malelo, besi karang kijang, besi
karang semut, besi sambojo, dan besi galintung,"katanya pada Media
Center.
Fahrurrazi menambahkan, ke 7 besi itu berasal dari
beberapa tempat berbeda. Seperti besi kuning, menurut sejarah berasal
dari negeri China. Besi Pulosani dikatakan berasal dari Pulau Asin. Besi
Karang Kijang dan Karang Semut masing-masing berasal dari pulau Karang
Kijang dan Pulau Karang Semut.
"Kalau besi Galintung, konon dari
sebuah daerah bernama Galintung di Tanah Hindu. Sedangkan besi Sambojo
menurut kisah kuna dari negeri Kamboja atau Cempa,"tambah Fahrurrazi.
Nah, selain ke 7 besi itu, ada satu besi lagi yang merupakan sebuah
jenis batu langit atau meteor yang jatuh dari langit. Batu tersebut
disebut besi pamor, yang digunakan sebagai bahan membuat pamor keris.
"Konon, bahan untuk membuat sebuah keris pusaka dulu tidak hanya satu
jenis bahan besi dari ke 7 besi tersebut. Biasanya sebuah pusaka itu
dibuat dari campuran beberapa besi. Bisa 2 besi, 3 besi dan seterusnya.
Dan setiap besi diyakini memiliki tabiat yang berbeda-beda,"pungkas pria
satu anak ini. ( M Farhan M, Esha )