News Room, Kamis ( 17/12 ) Dalam bahasa Madura ada 2 jenis konsonan yang istilahnya mirip, namun berbeda penggunaannya. Seperti konsonan ganda dan konsonan kembar. Konsonan ganda ini juga disebut konsonan Mardhuwane.
"Contohnya konsonan /l/,/r/,/w/,/y/, tidak memiliki suara yang jelas. Suaranya tergantung pada kecap suara yang ada di depannya. Oleh karenanya dinamakan konsonan ganda atau Mardhuwane dalam bahasa Maduranya. Malah ada juga sebagian yang menamakannya atau mengistilahkannya dengan konsonan yang tidak sempurna,"kata Rabiatul Adawiyah, salah satu pemerhati Bahasa Madura di Sumenep, pada Media Center.
Secara sederhana, menurut Rabiatul, meminjam istilah P. Penninga, aksara /l/,/r/,/w/,/y/ tersebut mengikuti seperti apa bunyi konsonan yang ada di depannya. Bersuara tajam apabila kecap berada di depan konsonan bersuara tajam, seperti kata pola, rowa, cara keya. Juga bersuara halus apabila kecap berada di depan konsonan bersuara halus, seperti bule, dhara, guwa, biya, dan lain semacamnya.
"Konsonan Mardhuwane atau konsonan ganda /l/ dan /r/ menjadi atau bersuara tajam apabila berada di permulaan kecap salah satu kata. Seperti kata lagu, lebur, raja, rebing, dan lainnya,"tambah Rabiatul.
Konsonan Mardhuwane atau konsonan ganda /w/, dan /y/, juga selamanya tidak bisa menjadi aksara awal atau permulaan, selain pada kata rangkap dan kata asing/manca."Seperti dalam kata rangkap wak-kowagan, wang-guwang, dan kata manca seperti kata wajib, wesel, wortel, dan lainnya,"imbuh Rabiatul.
Sementara mengenai konsonan kembar, di dalam Bahasa Madura, banyak bunyi kembar yang harus ditulis dengan konsonan kembar juga. Seperti misalnya kata-kata bacca, billa, loppa, sossa, meller, pettes, dan lainnya. Kata bacca, huruf /c/-nya dua, billa huruf /l/-nya dua, loppa huruf /p/-nya dua, dan seterusnya.
"Jadi dalam kata-kata tersebut ada dua konsonan yang sama atau sejajar. Oleh karenanya dua konsonan yang sama atau sejajar tersebut dinamakan konsonan kembar,"kata Rabiatul.
Rabiatul menjelaskan, ada beberapa bunyi kembar yang jika tidak ditulis dengan konsonan kembar bisa mengganggu atau mengubah arti, sehingga bisa timbul kerancuan dalam maknanya dengan kata sama, namun tidak menggunakan konsonan kembar. Seperti misalnya kata bacca dengan baca.
"Bukuna bacca (ditulis dengan dua huruf /c/), misalnya, mengandung maksud bukunya basah (karena air atau sesuatu yang bersifat cair). Sedangkan jika ditulis bukuna baca (ditulis dengan satu huruf /c/), maka artinya akan berubah menjadi bukunya baca (bentuk perintah),"tutupnya. ( Farhan, Esha )