Media Center, Kamis (31/08) STIT Aqidah
Usymuni melakukan kegiatan penutupan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di
Cangkreng Lenteng Sumenep, Kamis (31/08/2023). Acara dilaksanakan di Balai Desa
Cangkreng Lenteng Sumenep.
Acara penutupan kegiatan KPM tersebut dihadiri
oleh berbagai unsur kemasyarakatan. Seperti Kepala desa beserta perangkatnya,
tokoh-tokoh masyarakat, para kepala sekolah yang ada di wilayah Cangkreng, dan
sebagian Badan Otonom (Banom) NU, selain juga tentunya perwakilan dari Sekolah
Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), yang diwakili oleh Fathorrahman.
Dalam sambutannya Ketua Posko VI Cangkreng
Rusdi El Umar, menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh warga
Cangkreng. “Kami juga mohon maaf jika selama melaksanakan kegiatan KPM terdapat
hal-hal yang kurang berkenan,” pintanya.
Senada, sambutan Ketua STITA yang diwakili
oleh Fathorrahman. Dalam sambutannya, Fathorrahman mengungkapkan juga
mengungkapkan hal yang sama kepada Kepala Desa dan jajarannya, serta warga
Cangkreng secara umum. "Terima kasih atas sambutan warga Cangkreng dan
maafkan mahasiswa kami jika ada yang kurang berkenan," ujarnya.
Menanggapi itu, Kepala Desa Cangkreng
Halili, SH sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa dengan KPMnya. "Terima
kasih dan saya maafkan. Jika saya membuat kesalahan, tolong maafkan juga,"
ucapnya.
Setelah acara sambutan, dilanjutkan dengan
Orasi Kebangsaan yang disampaikan oleh KH Imam Hendriyadi.
Menurut Imam Hendriyadi dalam orasinya, mahasiswa
harus menguasai multibahasa. Setidaknya Bahasa Arab dan Bahasa Inggris harus
dikuasai oleh mahasiswa. “Hal itu dikarenakan ke depan mahasiswa dihadapkan
oleh jangkauan kemajuan IPTEK yang universal,” ujarnya.
Disambung dengan acara pemberian cindera
mata atau kenang-kenangan baik kepada Kepala Desa, Kepala Sekolah, maupun tokoh
masyarakat lainnya. Acara pamungkas adalah penutup atau doa yang dipimpin oleh
KH Dumairi Asy'ari.
(KPM, Han)