Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-01-2013
  • 499 Kali

Pembangunan Pasar Anom Baru Segera Dilanjutkan

News Room, Rabu ( 16/01 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, berkomitmen akan segera melanjutkan pembangunan Pasar Anom Baru, pada tahun 2013. Apalagi, alokasi kelanjutan pembangunan pasar tersebut, sudah dianggarkan pada APBD 2013, senilai Rp. 6 milyar. Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si menjelaskan, kepastian anggaran pembangunan Pasar Anom Baru di APBD Sumenep tahun 2013, masih menunggu pengesahan dari Gubernur Jawa Timur. “Kami memang berkomitmen ingin segera melanjutkan dan merampungkan proses pembangunan Pasar Anom Baru. Kasihan para pedagang yang semakin direpotkan dengan mangkraknya proses tersebut. Mudah-mudahan tahun ini kelanjutkan pembangunannya bisa segera dilaksanakan,”kata Sekdakab Sumenep, Rabu (16/01). Sementara, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Sumenep, Drs. Carto, MM mengakui jika tahun ini Pasar Anom Baru Sumenep, yang selama satu tahun mangkrak, dianggarkan lagi sebesar Rp. 6 milar. “Tapi, anggaran itu untuk melanjutkan pembangunan pasar yang dinilai bermasalah, dan masih menunggu hasil keputusan Pengadilan. Saat ini kita masih mengupayakan pendekatan hukum, salah satunya meminta fatwa pengadilan, untuk menilai proyek tersebut melanggar atau tidak, sehingga perlu dilanjutkan atau dibongkar,”terangnya. Carto mengungkapkan, awalnya memang diharapkan proyek pembangunan Pasar Anom Baru untuk 2 lantai dapat selesai tahun 2011 lalu, dan bisa digunakan pada tahun 2012 kemarin. Tetapi semua itu luput dari target, karena adanya dugaan kesalahan teknis yang berakibat dihentikannya bangunan yang direncakan akan menelan biaya Rp. 42 milyar. Proyek pembangunan Pasar Anom Baru Sumenep pasca kebakaran tahun 2007 lalu, diprediksi bakal menghabiskan anggaran hingga Rp. 42 milyar. Mega proyek tersebut dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama dianggarkan dalam tahun anggaran 2011, sebesar Rp. 8,1 milyar. Sedangkan tahap kedua dianggarkan dalam APBD 2012 sebesar Rp. 16,44 milyar, dan kekurangannya akan dianggarkan kembali pada tahun 2013 mendatang. Namun, proyek pembangunan tahap pertama berdasarkan laporan konsultan proyek, ada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Misalnya, pekerjaan tiang pancang, seharusnya kedalamannya mencapai 12 meter, ternyata yang dikerjakan hanya 6 meter. Temuan tersebut ditindak lanjuti dengan tes PDA (tes pondasi dalam) terhadap pembangunan pasar yang dilakukan tim dari ITS Surabaya. Hasil tes PDA tersebut, dinyatakan tidak sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat). Tiang pancang hanya 6 meter dari semestinya 12 meter. Selain itu, beton yang digunakan juga ditemukan kurang. ( Nita, Esha )