News Room, Rabu ( 12/10 ) Disamping membutuhkan proses realisasi Bandara Trunojoyo yang layak sebagai bandara komersial, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga akan terus berupaya mengembangkan destinasi wisata yang ada di bumi Sumekar ini.
Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Kepada wartawan, Rabu (12/10) mengungkapkan, pengembangan destinasi wisata sangat penting dalam mendukung wisatawan datang ke Kabupaten Sumenep. Sebab, diharapkan nantinya tidak hanya masyarakat lokal yang menggunakan pesawat di Bandara Trunojoyo, namun juga diminati wisatawan yang datang ke Kabupaten setempat.
“Untuk itu berbagai potensi wisata yang ada di Sumenep ini perlu dieksplor agar wisatawan senang datang ke Sumenep.”ungkapnya.
Dikatakan, pertama kali yang harus dilakukan yakni dengan mengembangkan tempat-tempat wisata yang sudah ada, seperti wisata Gili Labak, Giliyang dan sejumlah tempat wisata lainnya di Sumenep. Termasuk pula rencana pengembangan Kota Tua Kalianget dan wisata bahari lainnya yang mungkin akan banyak diminati wisatawan luar.
Karena itu tegas Wabup Sumenep ini, proses pembanguan bandara terus dilakukan secara bertahap. Sebab, proses pembangunan bandara tersebut masih membutuhkan waktu. Termasuk untuk penambahan lahan sehingga apa yang diharapkan pihak bandara bisa dipenuhi.
Sehingga nantinya rencana Bandara Trunojoyo yang akan mendatangkan pesawat penumpang regional jarak pendek seperti ATR 72 bisa dilakukan. Sebab, disamping kapasitasnya serta kecepatan ATR 72 nantinya akan lebih cepat dan masyarakat lebih save menjadi konsumen.
“Jadi pelaksanaan pembangunan Bandara terus dilakukan proses karena, jika dilakukan secara keseluruhan anggaran kita terbatas.”ungkapnya. ( Ren, Fer )