News Room, Kamis ( 17/10 ) Perahu Layar Motor (PLM) Monalisa tenggelam di perairan antara Tanjung dan Giligenting, Kabupaten Sumenep. Seorang penumpang selaku pedagang genting, Sali, warga Pulau Giligenting, hilang digulung ombak. Perahu yang dinakhodai Rahman bersama seorang Anak Buah Kapal (ABK)nya, Ahmad dan penumpang, Sumawi (59), warga Sumber Putih, Sumber Anyar, Kecamatan Banyu Putih-Situbondo, serta korban, berlayar dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Giligenting, pada Rabu (16/10) kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB, dengan bermuatan genting. Namun, memasuki perjalanan 3,5 jam, di sekitar perairan Tanjung dan Giligenting, tiba-tiba gelombang laut tinggi, dan langsung menghantam PLM Monalisa. Saat itu juga perahu oleng lalu tenggelam. Kasatpolair, AKP Muhardi, menjelaskan, dari kejadian itu, 3 awak PLM Monalisa, yakni Nakhoda, ABK dan seorang penumpang, berhasil diselamatkan oleh nelayan di sekitar perairan Tanjung, Kecamatan Saronggi. Sedangkan pedagang genting, Sali, hingga saat ini belum ditemukan. "Penyisiran di sekitar lokasi masih terus kami lakukan. Bahkan, hingga Kamis (27/10) siang, bersama 4 anggota Satpolair Polres Sumenep dengan menyewa perahu rakyat, penyisiran masih berlangsung,"kata Muhardi di Pelabuhan Rakyat di Kecamatan Saronggi, Kamis (17/10). Penyisiran itu dilakukan disekitar Perairan Tanjung, dan Kalianget. "Tapi penyisiran ini belum membuahkan hasil. Keberadaan korban masih belum diketahui,"terangnya. Ia mengungkapkan, untuk sementara, pencarian terpaksa dihentikan, karena gelombang laut mulai tinggi. "Kami tidak mau mengambil risiko. Gelombang laut mulai tinggi, makanya penyisiran hanya dilakukan di 2 lokasi tersebut. Dan kalau cuaca laut membaik, ya kita akan lanjutkan pencarian ini,"ungkapnya. Proses pencarian ini, lanjut Muhardi, akan dilakukan selama 3 hari kedepan. "Biasanya kan kalau lebih dari 1 hari, kalau ada yang tenggelam mayatnya akan mengambang lalu diseret arus ketepi pantai. Mudah-mudahan satu-dua hari, korban sudah ditemukan. Kalau tidak, ya terpaksa kami hentikan pencarian,"tegasnya. ( Nita, Esha )