News Room, Rabu ( 10/08 ) Perusahaan garam terbesar di Indonesia PT. Garam (Persero) Kalianget, disamping mengumpulkan hasil garam dari lahan milik perusahaan, sejak 10 hari terakhir, juga sudah melakukan pembelian sejumlah garam dari petani garam, khususnya yang ada di 4 Kabupaten di Madura. Kabag Umum PT. Garam (Persero) Kalianget, H. RB. Farid Zahid, SH, MH kepada sejumlah wartawan menegaskan, pembelian garam kepada para petani tetap menjadi perhatian PT. Garam dengan harga tetap mengacu kepada standar harga garam yang ada di pasar. “Bahkan, kami tetap berupaya melakukan pembelian garam diatas harga pasar agar petani lebih sejahtera dengan hasil garamnya yang baru dimulai saat ini,”ujarnya. Dijelaskan, sebagai perusahaan garam jelas menginginkan harga garam terus naik, baik harga secara nasional maupun harga garam pada petani. Sebab dengan kenaikan harga jelas juga menguntungkan perusahaan sebagai pembeli dan penjual garam. Diakui, PT. Garam akan tetap berupaya menjadi penyanggah garam nasional terbanyak di Indonesia, yakni untuk tahun ini menargetkan memiliki sekitar 250 ribu ton garam, yang 60 persen dari Jawa Timur, khususnya dari Madura. Sementara ditanya mengenai sengketa lahan PT. Garam yang digarap petani seperti yang terjadi di Kecamatan Gapura baru-baru ini, Farid mengaku sudah ada penyelesaian soal penggarapan lahan oleh penyewa. Karena itu bagi para penyewa diharapkan segera membayar sewa garap ke PT. Garam, sehingga bisa menggarap lahannya dengan tenang. “Syukurlah hampir semua sudah terselesaikan dan hanya tinggal dua orang saja yang masih dilakukan penyelesaian lebih lanjut,”tambahnya. Karena itu, H. Farid berharap, jika hingga batas yang sudah ditoleransikan belum juga ada penyelesaian pihaknya dengan tegas akan mengusir para petani yang tidak mau membayar sewa lahan, dan akan mengalihkan kepada penggarap lainnya. ( Ren, Esha )