Media Center, Rabu ( 30/04 ) Meskipun detail konsep P7 yang akan menggantikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dalam Kurikulum Merdeka belum resmi dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Namun, siswa sebagai peserta didik dan guru sebagai tenaga pengajar perlu selalu memperbarui pemahaman seputar konsep pendidikan terkini di Indonesia.
Hal tersebut yang sedang mulai dilakukan guru dan siswa di SDN Pangarangan 3 Kecamatan Kota Sumenep, yakni dengan mulai melakukan P7 dan siap meluncurkan melalui Pameran Modifikasi Robot Mini dan Peluncuran P7 SDN Pangarangan 3, Rabu (30/04/2025) malam.
Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd, mengungkapkan, pihaknya menggelar pameran modifikasi robot mini dan peluncuran P7, karena sebenarnya memang sudah dilakukan oleh siswa di sekolahnya.
Bahkan, kegiatan tersebut sudah dilakukan siswa sejak dua bulan, yakni di awal Maret hingga April sudah mulai menghasilkan karya.
"Jadi hasil yang dilihat saat ini bukan sulap dan hasil instan, tapi sudah dua bulan berjalan siswa diperkenalkan dengan gambar-gambar robot," ujarnya.
Seperti halnya sebelum mereka mempraktikkan membuat robot mobil, guru memperlihatkan gambar mobil, dilihat mulai dari ban, roda, lampu, cat dan seluruh body mobil termasuk jalannya bagaimana untuk membuat modifikasi mobil mini.
Kemudian gambar binatang, seperti semut bagaimana bentuknya, warnanya dan jalannya, sehingga anak-anak bisa mencoba mengumpulkan alat hingga merakitnya di minggu-minggu akhir untuk dipamerkan dan dilombakan bersama karya-karya siswa lain.
Jadi, masing-masing kelas mulai kelas 1 sampai 6 semua berkarya sesuai kemampuan dan keinginannya, untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya.
Masing-masing dibagi beberapa kelompok dan hasilnya dinilai sesuai jenis hasil karyanya. Sebab, mereka memiliki impian kehidupan untuk saat ini dan kehidupan yang akan datang.
"Bukan hanya berkaitan dengan IT, tapi bagaimana mereka bisa memodifikasi dan menciptakan sesuatu sesuai kreativitasnya," tandasnya.
Bahkan, untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya, mereka berdiskusi sendiri, berpikir dan mencari solusi ketika harus membeli peralatan yang dibutuhkan, mereka berembuk sumbangan sendiri secara mandiri. Bahkan, dukungan orang tuanya saat anak-anaknya semangat membuat kreasi sangat antusias dan senang.
Yang jelas diakui Zainal, SDN Pangarangan 3 sudah mengawali dan siap melaksanakan P7, bahkan sudah melaksanakan dan tinggal menjalankan seperti apa nantinya ketika sudah benar-benar dilaksanakan.
Ke depan pihaknya juga masih berpikir melaksanakan modif pembelajaran di kelas memakai seperti itu, tapi tetap ada hubungannya dengan pembelajaran pembiasaan.
"Salah satunya dengan mulai melaksanakan tujuh kebiasaan anak hebat mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat," paparnya.
Sementara itu, tampak dalam kegiatan tersebut, tidak hanya siswa yang antusias, para orang tua siswa juga senang dengan hasil karya anaknya yang ditampilkan.
Kemeriahan juga tidak kalah dengan penampilan siswa melalui pentas seni tari tradisional dan modern, serta penampilan siswa dengan kostum robot menambah nuansa baru. ( Ren, Fer )