Media Center, Sabtu ( 09/09 ) Ribuan ummat dari berbagai elemen masyarakat, bersatu dalam Doa Partai Politik Sumenep Untuk Rohingya,"Sabtu malam (09/09).
Doa bersama untuk muslim Rohingya-Myanmar itu dilaksanakan oleh Partai PKB, PDIP, GOLKAR, PAN, PKS, GERINDRA, PPP, HANURA, DEMOKRAT, dan PBB di depan Masjid Jamik Kota Sumenep.
Doa bersama untuk etnis Rohingya diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, pembacaan Sholawat Nabi, dan doa bersama dipimpin oleh KH. Taufikurrahman, LC dari Desa Jambu Kecamatan Lenteng.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A .Busyro Karim, M.Si mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada pimpinan partai politik di Sumenep untuk bersama-sama menggelar acara kemanusian melalui doa bersama dan penggalangan dana bagi muslim Rohingya. Kebersamaan partai politik menggelar doa bersama sebagai bukti keberadaan partai politik di Sumenep bisa bersatu untuk kemanusiaan, sehingga partai tidak terkesan hanya rebutan kue-kue pembangunan.
“Ada orang yang berfikiran, partai politik hanya untuk mengejar jabatan dan proyek pembangunan, tapi dengan doa bersama ini kami ini membuktikan, bahwa partai politik di Sumenep bisa bersatu untuk kemanusian,” kata Bupati kepada Media Center seusai acara Doa Partai Politik Sumenep Untuk Rohingya, Sabtu malam (09/09).
Bupati menyatakan, pihaknya juga ingin memberikan pesan kepada partai politik di Indonesa, bahwa partai politik harus bersatu untuk membangun bangsa dan negara, bukan bekerja untuk pihak tertentu dan kelompok tertentu saja.
“Mungkin ini satu-satunya acara doa bersama yang digagas partai politik di Jawa Timur dan di Indonesia, dimana pimpinan partai politik duduk bersama-sama dengan elemen masyarakat Sumenep menggelar kegiatan kemanusian,”tegas Bupati yang juga sebagai inisiator kegiatan Doa Partai Politik Sumenep Untuk Rohingya ini.
Bupati mengungkapkan, kerukunan ummat beragama di Sumenep sudah berlangsung sejak 200 tahun lalu, buktinya, salah satu Dusun di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep berdiri 3 tempat ibadah yang berdampingan. Namun, masyarakat di sekitar lokasi tempat ibadah itu hidup rukun, dan melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya, tanpa ada gangguan dari pihak manapun.
“Di Desa Pabian itu ada bangunan masjid, gereja, dan klenteng. Meski bangunan itu berdampingan, ternyata pemeluknya bebas melaksanakan ibadah di masing-masing tempat ibadahnya hingga saat ini. Ini menunjukkan, bahwa kerukunan ummat beragama di Sumenep sudah terbina sejak lama hingga saat ini,”pungkasnya.
Sementara yang hadir dalam acara doa bersama tersebut, yakni Bupati, KH. A. Busyro Karim, Wakil Bupati, Achmad Fausi, Alim Ulama, Anggota Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. R. Idris, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Staf, Pimpinan dan Pengurus Parpol, Organiasi Kemasyarakatan, Tokoh Masyarakat, dan ribuan masyarakat Sumenep. ( Yasik,Esha )