Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-03-2023
  • 846 Kali

Tim Inovasi dengan Dinas Pendidikan Lakukan Monev Mahasiswa PGSD STKIP PGRI Sumenep

Media Center, Senin ( 13/03 ) Pasca Workshop Literasi dan Numerasi bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Sumenep, Tim Inovasi Jawa Timur melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap mahasiswa yang sedang Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) di sejumlah SD di Kabupaten Sumenep.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Buhari, S.Pd, M.Pd, saat melakukan Monev terhadap mahasiswa PGSD STKIP PGRI Sumenep di SDN Pajagalan 1 Kecamatan Kota, menilai dari beberapa poin PPL mahasiswa calon guru tersebut telah melaksanakan beberapa tahapan kegiatan pembelajaran Literasi dan Numerasi dengan baik.

"Hal itu bisa dibuktikan dengan foto kondisi awal dengan kondisi akhir di kelas awal di sekolah tempat mereka melaksanakan praktik mengajar, yang nantinya dibuat laporan di akhir kegiatan," ujar Buhari, Senin (13/03/2023).

Menurutnya, penggunaan media pembelajaran hasil karya guru juga dilakukan, seperti halnya penggunaan big book yang mereka buat ketika praktik saat mendapatkan pembekalan Literasi dan Numerasi sebelum melakukan PPL.

Termasuk juga beberapa metode pembelajaran yang dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, kerja kelompok serta beberapa metode belajar sambil bermain dan sebagainya.

"Tentunya melalui pengetahuan dari hasil pelatihan, terjun langsung di lapangan maupun melalui workshop zoom dan sebagainya, setelah PPL selesai mereka benar-benar sudah memiliki bekal ketika terjun sebagai guru di manapun mereka mengabdi," tambahnya.

Sementara Kepala SDN Pajagalan 1 Suraji, S.Pd, mengakui, selama hampir 40 hari sebanyak 9 mahasiswa PGSD STKIP PGRI Sumenep yang PPL di sekolahnya sudah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik.

Karena, di samping mungkin sebelumnya mendapatkan bimbingan khusus juga mendapatkan bimbingan dari guru pamong, sehingga mereka bisa melaksanakan pembelajaran di kelas secara mandiri.

Ia menjelaskan, enam kegiatan terbimbing artinya enam kali masih dibimbing guru tamu kemudian dua kali proses pembelajaran di kelas secara mandiri. 

"Artinya para mahasiswa yang akan melaksanakan proses pembelajaran di kelas dilakukan bimbingan oleh guru pamong, termasuk dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), karena juga ada penilaian dari guru pamong yang harus memenuhi beberapa kriteria penilaian selama melaksanakan PPL," jelasnya.

Suraji juga mengakui, secara umum para mahasiswa PPL di sekolahnya telah memenuhi kriteria penilaian baik. Dan diharapkan hingga akhir pelaksanaan PPL mereka juga bisa melaporkan kegiatan yang sudah dilaksanakan dan menjadikan pengalaman selama proses pembelajaran menjadi guru di sekolah diaplikasikan ketika sudah benar-benar menjadi guru.

Senada juga diungkapkan Kepala SDN Pajagalan 2 Hudi Susilo, S.Pd, bersama Tim Fasilitator Daerah (Fasda) Inovasi Kabupaten Sumenep, Fathor Rahman, M.Pd, yang biasa dipanggil Kak Avan, jika mahasiswa PPL di sekolahnya juga berkolaborasi dengan guru dalam membuat big book, di samping big book yang dibuat mahasiswa waktu mengikuti workshop Literasi numerasi dari Inovasi. 

"Termasuk juga proses pembuatan pohon literasi untuk meng-update pohon literasi yang sudah ada sebelumnya di kelas," terangnya.

Di samping itu, mereka juga membuat laporan secara bertahap sejak awal melaksanakan praktik mengajar, yakni mahasiswa yang kebetulan jadwalnya tidak mengajar membuat laporan. Bahkan, sebelum melakukan pembelajaran di kelas mahasiswa konsultasi dengan guru-guru kelas.

Menurut Kak Avan, mereka juga berkreasi membuat media pembelajaran berupa kotak pintar yang dibuat mahasiswa sendiri yang merupakan pengembangan dari tugas saat pembekalan sebelumnya.

"Jadi mereka sudah melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari hasil pendampingan, kemudian mengembangkan dengan berkreasi sendiri, juga pemanfaatan literasi membuat big book dan literasi cloud dalam pembelajaran di kelas," tandasnya. ( Ren, Fer )