Media Center, Kamis ( 16/02 ) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi STIT Aqidah Usymuni menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) guna mengoptimalkan peran jurnalis kampus, Kamis (16/02/2023).
Kegiatan yang mengusung tema "Pers Kampus Menuju ; Jurnalism Of Development" tersebut berlangsung selama 2 hari, dari Rabu - Kamis (15-16/02/2023), di Auditorium STIT Aqidah Usymuni (STITA).
Pimpinan Umum LPM Esensi Nur Kauma dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Pembukaan DJTD tersebut dihadiri segenap jajaran senioritas LPM Esensi serta mendatangkan tujuh pemateri yang secara langsung memaparkan sekaligus mengenalkan materi yang telah di siapkan panitia.
"Sebagai pelatihan dasar jurnalistik, materi yang disampaikan meliputi tekhnik kepenulisan berita, karya ilmiah fiksi dan non fiksi menjadi materi wajib pada kegiatan tersebut,” ungkapnya kepada Media Center, Kamis (16/02/2023).
Kauma menuturkan, bahwa tujuan dari DJTD sebagai solusi dari sekian kegelisahan mahasiswa dalam upaya mengatasi kebingungan dalam melaksanakan tugas-tugas kampus, salah satunya penyusunan makalah, karya ilmiah bahkan skripsi.
Antusias dari 27 mahasiswa tersebut sangatlah tinggi, meskipun jumlahnya sedikit, tidak menjadi penghambat berjalannya Diklat yang telah disiapkan secara masksimal.
Ia berharap, usai Diklat mahasiswa yang telah berproses bersama selama 2 hari, mampu melanjutkan dan memetakan sendiri ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh, untuk digunakan dengan cara berbeda-beda," tutupnya.
Sementara itu, Samsuni sebagai pemateri pada bedah tema menyampaikan bahwa tujuan dari jurnalistik sama seperti mencari informasi lalu disebar.
"Jangan sampai media yang dicetak menakutkan, membuat orang tidak percaya, karena tidak menyampaikan informasi dengan benar sesuai fakta,” tegas Wartawan KoranMadura.com ini saat menyampaikan materinya.
Di tempat yang sama Wakil Ketua Kemahasiswaan Ediyanto dalam sambutannya mengapresiasi atas diselenggarakannya Diklat tersebut, karena menurutnya dapat menjembatani mahasiswa khususnya Mahasiswa Baru (Maba) dalam memahami identitasnya sebagai mahasiswa yang tidak lepas dari Literasi.
Mahasiswa harus peka terhadap perubahan sosial, menyampaikan informasi secara aktual dan faktual serta menghindari berita hoaks.
"Saya berharap aktifnya jangan hanya pas kegiatan, justru teman-teman harus lebih aktif. Jangan menerapkan kebiasaan lama yang menghilang usai pelatihan," pungkasnya. ( Wf/Feb,Fer )