Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-08-2011
  • 454 Kali

Warga Sumenep Diminta Hormati Perbedaan Idul Fitri 1432 Hijriyah

News Room, Senin ( 29/08 ) Penetapan Hari Raya Idul Fitri sering terjadi perbedaan, sehingga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, meminta warga setempat untuk menghormati kemungkinan adanya perbedaan penetapan lebaran tahun ini. Ketua MUI Sumenep, Drs. KH. A. Safraji menjelaskan, perbedaan penetapan lebaran bisa saja terjadi, namun pihaknya berharap umat Islam mengikuti keputusan pemerintah tentang penetapan Hari Raya Idul Fitri yang akan ditetapkan melalui Sidang Istbat. “Kami memang mendapat informasi, kalau Pengurus Muhammadiyah sudah memastikan Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah pada Selasa (30/08). Sementara pemerintah akan mengumumkan hasil sidang istbat pada Senin malam. Kalau pun harus ada perbedaan, kami berharap warga Sumenep bisa menyikapinya secara bijaksana,”katanya. Kiyai Safraji juga berharap, perayaan Idul Fitri jangan sampai memecah atau pun mengganggu silaturrahmi tali persaudaraan sesama umat Islam. “Bagi yang meyakini Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada Selasa, diharapkan tidak merayakannya secara berlebihan, jika nantinya keputusan pemerintah berbeda,”ujarnya. Sementara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep menginstruksikan warganya untuk tidak merayakan Idul Fitri 1432 Hijriah secara berlebihan, jika nantinya ada perbedaan penetapan 1 Syawal. “Kami akan merayakan Idul Fitri pada Selasa (30/08) dengan tetap menghormati keputusan pemerintah. Warga Muhammadiyah tidak akan merayakan Idul Fitri secara berlebihan, jika nantinya ada perbedaan,”kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep, Moh. Yasin. Ia juga memastikan warga Muhammadiyah Sumenep akan melakukan takbir melalui masjid tertentu pada Senin malam. “Ini sebagai bentuk toleransi kami atas kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini. Dan, takbir pun tidak akan dilakukan lama,”ungkapnya. Warga Muhammadiyah di Sumenep akan menggelar Shalat Idul Fitri pada Selasa (30/08) di sedikitnya di 13 lokasi, di antaranya Masjid Darussalam di Kecamatan Kota Sumenep. ( Nita, Esha )